ALL ABOUT PSYCHOLOGI

Laman

Selasa, 07 Desember 2010

Motivasi Pelayanan Masyarakat dan Hubungan Orang dalam Organisasi Masyarakat :Menguji Preliminary Model

A.    Pendahuluan
Dalam beberapa dasawarsa terakhir terdapat Motivasi Pelayanan Masyarakat (PSM). Konsep dari PSM mempengaruhi pencarian alternative dalam model minat diri dalam bidang ekonomi (Francois 2000; Le Grand 2003) dan bidang politik (Brehm dan Gated 1999). Dalam hal administrasi masyarakat, literature empirical mampu untuk menjawab keeksistensian dari PSM, bagaimana ini dapat membentuk tingkah laku dan sikap seseorang (Brewer dan Selden 1998; Houston 2000; 26; Kim 2004; Perry 2000; Scott dan Pandey 2005).
Alaasan yang dikemukakan dari hal ini ada dua, yaitu: pertama, anggapan yang dibuat oleh PSM sendiri, tanpa keuntungan dari factor mediasi, menghasilkan sikap dan tingkah laku yang sesuai. Kedua, pemberian konsep organisasi , berhubungan dengan PSM untuk penempatan yang sesuai dan tantangan tingkah laku.
Terdapat bukti dari pengaruh PSM yang  positif . Pegawai dengan tingkat PSM yang tinggi menunjukkan tigkat yang lebih tinggi pula dalam komitmen dengan perusahaan (Crewson 1997); mereka yakin bahwa pekerjaannya penting, yang membuat karyaawan bekerja lebih keras (Wright, 2003, 2007); mereka akan lebih menunjukkan kinerja yang tinggi (Kim 2005); menikmati kepuasan kerja yang tinggi dan cenderung tidak mau meninggalkan pekerjaannya (Naff dan Crum 1999). Ada kekurangan dalam bukti empiris yang menguji masalah PSM dalam ukuran internal dari tingkah laku pro social. Frederickson dan Hart (1985), menggunakan konsep ‘patriot yang bijaksana’ dari PSM untuk menjelaskan tentang kegiatan yang rutin tapi heroic dari Danish selama masa Nazi.Brewer dan Selden (1998) menunjukkan pegawai federal dengan PSM lebih meningkatkan tingkah lakunya. Mereka membawa konflik antara organisasi dan tujuannya. PSM adalah bagian dari Tingkah laku Hubungan Orang (ICB). Konsep dari ICB turun dari Tingkah laku Organisasi Kewarganegaraaan (OCB).
Konsep OCB meliputi peranan ekstra tingkah laku pro social dalam organisasi, sementara ICB lebih focus pada tingkah laku langsung. Keuntungan dari Icb dalam peranan ekstra tingkah laku untuk menguji teori motivasi bersaing. Gagasan OCB dapat didefinisikan sebagai tendensi umum yang lebih kooperatif dan membantu dalam setting organisasi.
Kami mengikuti hubungan antara PSM dan ICB, tetapi juga menentukan penjelasan alternative. Kami mengetahui bahwa PSM ditujukan untuk mengetahui kecenderungan seseorang dan ICB dibentuk oleh lingkungan organisasi. Kami menggunakan metode penggumpulan data dari organissasi yang ada di bagian utara Amerika Serikat untuk mendukung tes empiris kami. Setelah mempresentasikan dan mendiskusikan hasilnya, artikel ini disimpulkan dengan beberapa pemikiran akhir.


B.     Teori –teori Motivasi dan ICB
Dalam dukungan teori, kami menegaskan tentang hubungan antara PSM dan ICB, kami mengandalkan teori motivasi pelayanan masyarakat dari Perry (Perry dan Wise 1990; Perry 2000). Perry dan Wise (1990: 368) mendefinisikan pelayanan masyarakat sebagai “gagasan untuk merespon untuk memotivasi pekerjaana yang membosankan atau utama dalam institusi atau organisasi masyarakat”. Sebagai teori dari motivasi manusia, Teori PSM yang didukung oleh Perry (2000) berkaitan dengan minat diri sebagai inti dari tingkah laku, dan sebbbagai ujuan dari pola “logika yang tepat” setelah March dan Olsen(1989) bekerja disebuah institusi. Menurut March dan Olaes (1989: 21), institusu social membantu “mendefinisikan aksi yang sesuai dengan tujuan dan situasi”. Peranan ini berdasarkan dan sesuai dengan pembelajaran situasi untuk perluasan jangka waktu dan dalam berbagai jenis setting. Tingkat variasi dari PSM dalam organisasi maasyarakat mempunyai dampak yang menaarik dalam mencapai visi dan misi dari perusahaan.
HI : Tingginya motivasi pelayanan masyarakat diasosiasikan dengan tingginya misi.

Houston (2006) menunjukkan bahwa pimpinan perudsahaan “berjalan terus” dalam PSMdan harus meluangkan waktu, mengorbankan harta dan darah dengan ikhlas untuk perusahaan. Ini juga sependapat dengan Brewer( 2003: 11) yang menunjukkan bahwa tingginya nilai dari pegawai dalam altruism berdasarkan pada pemikiran awal dari Knack (1992) dan meliputi semua ukuran yang digunakan oleh Houston (2006). Hasil ini menunjukkan bahawa PSM memprediksikan bentuk positif dari orang dalam organisasi. Penelitaian dalam organisasi masyarakat untuk kategori berdiri dengan baik mengukur tingkah laku dan sikap dari perusahaan, seperti kepuasan kerja dan komitmen organisasi, sedikit perhatian yang diberikan kepada ICB. Tetapi ada peningkattanperhatian untuk ICVB dalam hal tingkah laku, yang dapat membantu mengatur system kerja dalam pegawai yang mempunyai nilai untuk pendapatan, serepti pergantian pegawai (Mossholder, Settoon, dan Henagan 2005) dan meningkatkan kinerja dari organisasi (Padsakoff et al 2005).. Pemenuhan kebutuhan transksi dapat mengurangi tingkah laku orang.
H2    : Tingginya PSM diasosiasikan dengan tingginya tingkat tingkah laku orang.

Lebih lanjut kami memperkirakan misi yang dibuat untuk meningkatkan komitmen dalamperusahaan yang sebagai tingginya ICB. Rainey dan Steinbauer (1999: 3) mengidentifikasikan enam kondisi yang mempertinggi dari misi suatu organisasi, yaitu, sulit tapi mudah, alasan jelas dan mudah dipahami,  tumbuh/ legimasi, menarik, penting, dan nyata. Enam hal ini diidentifikasikan Rainey dan Steunbauer (1999) sebagai peningkatan misi dari organisasi yang jyga merupakan kunci dari komponen dalam teori moticvasiLocke dan Latham (2002).Seperti yang dikemukakan oleh Locke, Latham dan yang lainnya, tujuan yang jelas, spesifik dan sulit focus pada perhatian dan tingkah laku pegawai. Pengaruh yang kuat dalam menentukan sikap seseorang  terhadap organisasi melalui tujuan alami dan saling melengkapi antara individu dengan organisasi , maka kami menyimpulkan:
H3 :Tingginya misi diasosiasikan dengan tingginya tingkat komitmen perusahaan.


Pemahaman tentang ICB menimbulkan benyak interprestasi. Salah satu argument paling yang mendukung menganjurkan bahwa standar pegawai sebagai hasil daari interaksi mereka dengan perusahaan Yang membuat komitmen untuk organisasi yang berperan sebagai bagian dari tingkah laku yang tidak dihaaargai secara formal oleh perusahaan(Scrool, 1981; Schappe, 1998; Weiner, 1982). O’reilly dan Chatman (1986) menemukan behwa factor umumnya diasosiasikan dengan komitmen efektif organisasi yang kuat kaitannya denganperanan extra tingkah laku. Hanya ada sedikit bukti yang mempengaruhi komitmen dalam ICB khususnya, dan tidak ada minat penelitian dalam menguji hubungan yang terus eksistensi. Maka kami menyimpulkan:
H4 : Tingginya komitmen organisasi diasosiasikan dengan tingginya tingkat ICB.

Untuk merekapitulasi,penelitian utama dari motivasi pelayananmasyarakat memberi keuntungan kepada Organisasi denganmengembangkan tingkah laku pegawai . Kami mengemukakan bahwa ada dua pathway dari PSM untuk ICB yaitu, langsung dan melalui pengaruh misi dan komitmen organisasi. Kami menduga bahwa pegawai akan menberikan pengaruh yang positif kepada ICB. Ada juga alasan yang haeus dipercayai bahwa dukungan pegawai berkaitan dengan misi dan komitmen organisasi, dan diindikasikan mempunyai hubungan dengan ICB dengan alasan yang telah dikemukakan. Kami menggunakan pegaai sebagai variable control dalam model kami dan diperkirakan dukungan pegawai ini akan memberikan kepercayaan kepada hubungan yang kami temukan dalam PSM dan ICB.
H5 : Tingginya dukungan pegawai diasosiasikan dengan tingginya tingkat misi dan komitmen dan ICB.

C.    Hasil Penelitian
            Keseluruhan model sesuai dengan model structural hipotesis yang diuji dengan menggunakan indikasi kecocokan yang direkomendasikan oleh Jaccaard dan Wan (1996). Hasil yang paling utama menunjukkan bahwa model teori menghasilkan pola hubungan yang ditemukan dari data ( indek perbandingan = .96, Indek kebaikan = 188, penaksiran kesalahan = .05, P-, nilai tes penutup = .36, χ² (157) = 230.96, p < .05).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar